Hai! Sudah lama tidak menumpahkan isi pikiran di blog ini. Ternyata kangen juga ya.
Sambil membuat posting ini saya sedang terlarut dalam alunan lagu berjudul "Sebelah Mata" dari Efek Rumah Kaca yang dibawakan dalam kolaborasi bersama Barasuara. Lagu ini baru saya dengar hari ini, tapi saya rasa sampai ketikan ini saya buat, lagu ini sudah saya ulang lebih dari 3 kali.Parah, lagunya seenak itu.
Saya kaget-tidak kaget sih dengan fakta kalau akhir-akhir ini saya jadi banyak dengar lagu dari Band Indie

Band Indie, band dengan lagu-lagu yang liriknya sering kali uniknya luar biasa. Coba Anda dengar lagu "Sebelah Mata", band mana lagi yang bisa menyisipkan istilah medis berupa penyakit metabolik bernama diabetes dalam liriknya dan menghasilkan lagu yang apik dan sangat mengena dalam hati. Unik, sangat menyentuh, begitu lirih.


Contoh lain, lagu "Bahas Bahasa" oleh Barasuara. Jujur, awalnya saya hanya menyadari bahwa drumnya keren juga, tapi kayaknya gue ga bakal dengerin ini on daily basis deh, berat amat nih lagu. Datanglah kesempatan ketika salah satu teman saya yang mengajak saya dan satu teman saya lainnya untuk menonton konser Barasuara. Pikiran skeptis itu hilang tiba-tiba. Lirik "Bahas Bahasa" ternyata memiliki arti yang sungguh dalam, dan lagi-lagi mengena dalam hati. Saya merasakan tamparan dari sang penyanyi pada bait bahasamu bahas bahasanya, llihat kau bicara dengan siapa. Saya merasakan adanya sindiran mengenai norma dan etika yang ada di masyarakat saat ini. Sungguh, ini adalah lirik yang dewasa dan penuh dengan lecutan untuk melakukan introspeksi diri.


Saya rasa untuk beberapa saat kedepan, saya akan lebih banyak mengekplorasi lagu-lagu Band Indie ini. Mungkin bisa menjadi bahan introspeksi diri?