Warning: Tulisan ini murni numpahin unek-unek kurpen aja, mengingat saya mulai jengah sama kebacotan orang-orang di media sosial dan kayaknya platform paling pas buat ngebacot panjang ya di blog ini
Berasa ga sih makin kesini, orang-orang itu semakin polar dan semakin sering menunjukkan ke-polar-annya? Yang paling bikin gue gemes sih kalo udah terkait masalah politik negara atau feminisme.
Gue jadi kepikiran juga, apakah bagian dari tumbuh dewasa adalah dengan menjadi polar terhadap hitam atau putih, menunjukkan keberpihakkan pada pihak satu atau pihak oposisi, memilih menjadi pihak positif atau pihak negatif. Toh satu sama lain punya kelebihan dan kekurangan. Toh satu sama lain harus hidup berdampingan. Tapi kalo udah berantem berlebihan, jengah juga liatnya.
Apa ga capek ya kalo terlalu menunjukkan ke-polar-annya?
Apa ga bisa kita jadi abu-abu dan cukup memendam warna asli kita?