Two words, kebutuhan primer. Gaada uang ada otak, manusia bisa memutar cara untuk menghasilkan pundi-pundi materi. Ada uang gaada otak, habis, ludes, tamat, the end.
Gue termasuk orang yang sangat mementingkan pendidikan. Menurut gue, semua orang berhak dan perlu untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya di bidang yang dia minati. Gue ga menunjuk hanya ada satu bidang yang penting, no, semuanya penting dan berpotensi. Tapi, seseorang pastinya harus bener-bener serius menjalaninya.
Yang kadang membuat miris adalah peran satu faktor, yaitu keberuntungan. Ada anak yang super pintar tapi kurang beruntung. Akhirnya? sayang banget harus puas dengan jenjang pendidikan yang mampu dienyamnya. Seandainya aja ada program yang bisa mengatasi hal kaya gitu, yakin deh gaada yang dirugikan.
Yang harus diingat adalah satu, se-unlimited apapun pendidikan, harus ada satu yang diingat, yaitu agama. Ingat quote ini
"Pendidikan tanpa agama bagaikan manusia pincang".
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Posts
-
Warning: Tulisan ini murni numpahin unek-unek kurpen aja, mengingat saya mulai jengah sama kebacotan orang-orang di media sosial dan kayakn...
-
Hi! It's been a while! Maju-mundur mau nulis-nulis lagi di blog, akhirnya setelah berpikir panjang, kayaknya udah saatnya update kehidu...
-
Bingung. Senang. Bangga. Takut. Syukur. Bingung, karena tidak saya sangka hari itu akan datang juga. Bingung, karena mulai sekarang ak...
-
Gue ngerti sekarang, kalau Allah itu Maha Baik memberikan yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan memberikan ujian yang menguatkan, buka...
Bounjour!
Powered by Blogger.
0 comments:
Post a Comment