I never have the intention to end my own life (i don’t want
to use the “suicide” word, it just feels harsh),ever. But, i ever think about
when i’ll die,dan itu suka muncul tiba-tiba,khususnya kalo gue lagi bengong.
Gue garis bawahi, 2 hal itu dua hal yang berbeda yaa.
Ending life by her/his own seems like the act of a coward.
Itu kaya kelakuan “lari dari masalah” ter.....haduh-kenapasih-lo. Gue beberapa
kali nonton video di youtube soal anak yang curhat gitu di youtube dengan
nampilin kertas-kertas berisi curhatan dia (tau kaan, dulu sempet nge-hip gitu
kan), dan kebanyakan kepingin (atau udah bahkan) bunuh diri. Walaupun
kebanyakan kasusnya karena mereka dibully, tapi tetep aja gue
mikirnya....aduh...Bukan apa-apa, yang paling gue kasianin adalah orang tuanya.
Pembelajarannya yang pasti : please stop bullying. Kalo ngata-ngatain
lucu-lucuan aja yang ga sampe memojokkan sih menurut gue santaai, tapi yang
penting jangan sampe memojokkan seseorang. Gabisa dipungkiri, dari kasus-kasus
yang ada biasanya seseorang jadi punya keinginan untuk”pergi” karena dipojokkan
terus-menerus dan gaada seorangpun yang bisa jadi tempat dia menyurahkan
pikiran. So, please just, stop, kalo udah sampe kaya gitu, udah ga lucu samsek.
Nah sekarang tentang pikiran gue yang kadang-kadang muncul
itu, gatau kenapa, astagfirullahaladzim, gue suka berpikir “hem, kayanya gue
bakal mati muda”. Sekali lagi gue tekenin, kepikiran ini suka tiba-tiba, dan i
always feel guilty about it. Merasa, apasih lad, nyebut. I’ll finish this
paragraph here.
Again, ending life by your own is the act of a coward. Di
saat lo melakukan itu, jutaan orang disana berjuang abis-abisan untuk bertahan
hidup. Mulai dari bertahan hidup karena masalah kemelaratan hidup, hingga
bertahan hidup dari penyakit yang dimiliki orang tersebut.So, buat yang ngerasa
mau men “tamat” kan hidupnya gitu aja, think again. Heaven won’t accept you
juga (menurut islam setau gue)
Intinya, cherish your own life,cherish the ups-and-downs of
your life.
0 comments:
Post a Comment